Minggu, 20 September 2015

PROMBLEM-PROMBLEM DALAM PEMBELAJARAN IPS KURIKULUM 2013 DI SMPI AL-ASY’ARIYYAH

PROMBLEM-PROMBLEM DALAM PEMBELAJARAN IPS KURIKULUM 2013 DI SMPI AL-ASY’ARIYYAH


A.    Analisis Permasalahan
Sistem kurikulum di Indonesia sudah berulang kali mengalami perubahan di awali dari kurikulum pertama kali di Indonesia yaitu lahirnya kurikulum 1974, kurikulum 1978 dan kemudian lahir kurikulum 984, kemudian mencul KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) pada tahun 1994 yang selanjutnya berubah menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) pada tahun 2006, dan sekarang ini telah lahir kurikulum baru yaitu kurikulum 2013.
Pergantian kurikulum sebenarnya merupakan proses perbaikan dari kurikulum sebelumnya, sehingga kurikulum di Indonesia berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman. Jika kurikulum zaman dahulu berbeda dengan tuntutan pendidikan zaman sekarang ini, apalagi saat ini persaingan semakin ketat. Pembaharuan kurikulum diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Saat ini dalam dunia pendidikan sedang memperkenalkan kurikulum terbarunya yaitu kurikulum 2013 kepada peserta didiknya. Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang bagaimana pelaksanaan kurikulum terbaru ini, kami melaksanakan observasi di SMPI AL-ASY’ARIYYAH Pontianak Utara.
Sebagian sekolah memang sudah mulai menerapkan kurikulum 2013 yang merupakan kurikulum terbaru penyempurnaan dari KTSP. Demikian pula di SMPI AL-ASY’ARIYYAH Pontianak Utara, mulai menerapkan kurikulum ini, namun kurikulum 2013 baru diterapkan di kelas VII. Sementara kelas VIII dan IX masih menggunakan kurikulum KTSP. Hal ini dikarenakan adanya berbagai kendala yang dihadapi guru jika harus melaksanakan kurikulum terbaru pada tahun ajaran ini. Maka dari itu penerapan kurikulum 2013 baru diterapkan pada kelas VII.

B.     Teori (metode pembelajaran)
Metode pembelajaran kurikulum 2013 pada dasarnya menuntut siswa untuk lebih aktif. Hal ini terapkan di SMPI AL-AYS’ARIYYAH Pontianak Utara dengan cara, guru memberikan tugas kepada siswa melalui referensi internet. Dalam media tersebut siswa bisa mencari pengetahuan yang seluas-luasnya, misalnyaa diberikan tugas untuk mencari berita yang sedang hangat di bicarakan di Indonesia kemudian siswa menganalisa keterkaitan peristiwa tersebut dengan materi pembelajaran di sekolah.
Dalam proses belajar mengajar, metode pembelajaran sangat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sarana berfungi memudahkan terjadinya proses pembelajaran. Sementara itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan sumber dalam proses belajar mengajar. Sumber belajar yang utama bagi guru adalah sarana cetak, seperti buku, brosur, majalah, poster, peta, foto, dan lingkungan sekitar, baik alam, sistem ataupun budaya.
Adapun metode pembelajaran IPS yang digunakan di SMPI AL-ASY’ARIYYAH Pontianank Utara, menggunakan pembelajaran metode saintifik. Metode saintifik sangat relevan dengan tiga teori belajar yaitu teori Bruner, teori Piaget, teori Vygotsky.
a.       Teori belajar Bruner
Teori belajar Bruner disebut juga teori belajar penemuan. Ada empat hal pokok berkaitan dengan teori belajar Bruner (dalam Carin&Sund, 1975). Pertama, individu hanya belajar dan mengembangkan pikirannya apabila ia menggunakan pikirannya. Kedua, dengan melakukan proses-proses kognitif dalam proses penemuan. Ketiga, satu-satunya cara agar seseorang dapat mempelajari teknik-teknik dalam melakukan penemuan adalah ia memiliki kesempatan untuk melakukan penemuan. Keempat, dengan melakukan penemuan maka akan memperkuat ingatan. Empat hal tersebut sesuai dengan proses kognitif yang diperlukan dalam pembelajaran menggunakan metode santifik.
b.      Teori belajar Piaget
Berdasarkan teori piaget, belajar berkaitan dengan pembentukan dan perkembangan skema. Skema adalah suatu struktur mental atau stuktur kognitif yang dengannya seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengkoordinasi lingkungan sekitarnya (Baldwin, 19670). Proses terbentuknya adaptasi ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu asimilasi dan akomodasi.
Asimilasi merupakan proses kognitif yang dengannya seseorang mengintegrasikan stimulus yang dapat berupa persepsi, konsep, hukum, prinsip ataupun pengalaman baru ke dalam skema yang sudah ada didalam pikirannya.
Akomodasi dapat berupa pembentukan skema baru yang cocok dengan ciri-ciri rangsangan yang ada atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan ciri-ciri stimulus yang ada. Dalam pembelajaran diperlukan adanya peyeimbangan antara asimilsi dan akomodasi. Bila pada seseorang akomodasi lebih dominan dibandingkan asimilasi, maka ia akan memiliki skemata yang banyak tetapi kualitasnya cendrung rendah. Sebaliknya, bila asmilasi lebih dominan dibandingkan akomodasi maka seseorang akan memiliki skemata yang tidak banyak tapi cenderung memiliki kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, teori belajar Piaget sangat relevan dengan metode saintifik.
c.       Teori belajar Vygotsky
Vygotsky menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik belajar menangani tugas-tugas yang belum dipahami, namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuan, daerah terletak antara tingkat perkembangan anak saat ini yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. (Nur dab Wikandari, 2000:4).

-          Tujuan pembelajaran dengan metode santifik ialah:
a)      Untuk meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa.
b)      Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
c)      Terciptanya kondisi pembelajaran yang menyebabkan siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
d)     Diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
e)      Untuk melatih siswa dalam mengkomunikasikan ide-ide.
f)       Untuk mengembangkan karakter siswa.
-          Prinsip-prinsip pembelajaran dengan metode santifik ialah:
a)      Pembelajaran berpusat kepada siswa.
b)      Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep dan prinsip.
c)      Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berfikir siswa.
d)     Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru.
e)      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi.
-          Langkah-langkah pembelajaran dengan metode santifik:
a)      Melakukan pengamatan atas suatu fenomena.
b)      Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan fenomena yang diamati.
c)      Menalar untuk merumuskan hipotesis atau jawaban sementara.
d)     Merancang cara dan langkah untuk mengumpulkan data atau informasi.
e)      Mengumpulkan data atau informasi dengan berbagai teknik.
f)       Menganalisis data atau informasi.
g)      Menarik kesimpulan.
h)      Mengkomunikasikan hasil yang telah diperoleh.
i)        Memvalidasi kesimpulan yang telah ditarik, jika kesimpulan belum benar.
-          Teknik penilaian dalam pembelajaran metode saintifik:
a)      Penilaian proses atau keterampilan.
b)      Penilaian produk berupa pemahaman konsep dan prinsip yang dilakukan dengan tes tertulis.
c)      Penilaian sikap.
Kegiatan pembelajaran berdasarkan metode saintifik meliputi tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
1.      Kegiatan pendahuluan
1)      Mengucapkan salam
2)      Guru mengingkatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah dipelajari oleh siswa yang berhubungan dengan materi baru yang akan dipelajari. Dalam mata pelajaran IPS, misalnya menggunakan apersepsi tentang bencana banjir yang kerap terjadi. Dimana, kapan, dan mengapa bisa terjadi, siapa yang sering menjadi korban, apa yang dilakukan masyarakat ketika terjadi banjir.
3)      Menyampaikan tujuam pembelajaran.
2.      Kegiatan inti
1)      Mengamati
Dalam mata pelajaran IPS fenomena yang diamati adalah gambar-gambar tentang hutan yang gundul, orang membuang sampah sembarangan, sungai meluap, atau video seputar bencana banjir di suatu tempat.
2)      Menanya
Dalam mata pelajaran IPS adalah “apakah sebab dan akibat banjir bisa terjadi diruang dan waktu yang sama atau berbeda?”
3)      Menalar untuk mengajukan hipotesis
Dalam mata pelajaran IPS adalah banjir (akibat) dan penggundulan hutan (sebab) bisa terjadi ditempat yang sama dan bisa terjadi ditempat yang berbeda.
4)      Mengumpulkan data atau informasi
Dalam mata pelajaran IPS, siswa mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan pembelajaran.
5)      Menganalisis data
Analisis data dalam IPS, misalnya siswa diajak untuk membaca buku 2-6 halaman tentang konsep, ruang, waktu, konektivitas, dan interaksi sosial. Konsep-konsep ini dihubungkan dengan informasi atau data awal, pertanyaan, serta, data yang terkumpul.
6)      Menarik kesimpulan
Kesimpulan yang ditarik dalam IPS, misalnya hujan di Mempawah menyebabkan banjir di Pontianak menunjukkan adanya keterkaitan antar ruang dan waktu.
7)      Mengkomunikasikan
Pada langkah ini, siswa dapat menyampaikan hasil kerjanya secara lisan ataupun tertulis, misalnya melalui presentasi kelompok, diskusi, dan Tanya jawab.
3.      Kegiatan penutup
1)      Dalam mata pelajaran IPS, misalnya siswa diminta untuk menjelaskan contoh keterkaitan antar ruang dan waktu, misalnya hubungan antar desa dan kota.
2)      Dalam mata pelajaran IPS, guru dapat meminta siswa untuk meningkatkan pemahamannya tentang konsep, prinsip atau teori yang telah dipelajari dari buku-buku pelajaran atau sumber informasi lainnya.
3)      Dalam mata pelajaran IPS, guru dapat memberikan beberapa situs internet yang berkaitan dengan konsep, prinsip, atau teori yang telah dipelajari, kemudian guru meminta siswa untuk mengakses situs-situs tersebut.

C.    Solusi
Solusi dari kami adalah dengan perubahan kurikulum sekarang ini, yaitu menuju pendidikan yang lebih berkualitas hendaknya diperlukan sikap tanggap dari seorang guru dalam menghadapi kirikulum ini. Alokasi waktu dalam kegiatan belajar mengajar juga ditangani secara bijak sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Serta harus diimbangi dengan peningkatan kualitas teknologi yang diperlukan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar sesuai gagasan kurikulum 2013 yang berbasis teknologi. Dan juga diperlukannya sikap sigap dari pemerintah dalam menyediakan buku referensi untuk siswa maupun guru sebagai pengajar.

D.    Transkrip Wawancara
Narasumber                 : Sukron, S.Pd
Nama Sekolah             : Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Asy’ariyyah
Alamat Sekolah           : Jalan Parwasal, Pontianak Utara
Status Sekolah                        : Swasta

1.      Mahasiswa           : Maaf Pak, apakah benar Bapak disekolah ini mengajar sebagai guru IPS?
Guru                     : Iya, benar.
2.      Mahasiswa           : Sudah berapa lama Bapak mengajar sebagai guru IPS disekolah ini?
Guru                     : Kira-kira kurang lebih 6 tahun.
3.      Mahasiswa           : Apakah Bapak sudah menerapkan Kurikulum 2013 dalam mengajar siswa?
Guru                     : Untuk sementara kelas VII sudah menerapkan Kurikulum 2013 tapi untuk kelas VIII dan IX sementara masih menerapkan Kurikulum KTSP.
4.      Mahasiswa           : Kira-kira menurut Bapak, apa perbedaan dari Kurikulum yang baru ini dengan Kurikulum sebelumnya?
Guru                     : Perbedaannya mungkin karena di Kurikulum 2013 bukunya sudah ada untuk kelas VII. Bukunya ini dari pemerintah pusat jadi materinya dari buku ini juga berbeda sekali dengan materi tahun lalu.
5.      Mahasiswa           :  Apakah Bapak punya RPP dan silabus untuk Kurikulum 2013?
Guru                     : Untuk silabus Kurikulum 2013 Bapak sudah punya, namun untuk RPP Kurikulum 2013 memang belum dapat dari pemerintah.
6.      Mahasiswa           : Apakah menurut Bapak, ada perbedaan yang mendasar pada Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 untuk bidang metode, materi, dan evaluasi?
Guru                     :  Metodenya untuk Kurikulum 2013 itu lebih ditekankan pada praktis dibanding teoris, maksudnya siswa lebih dituntut aktif jadi banyak diskusi didalamnya.
7.      Mahasiswa           : Bagaimana dengan hal materi Pak, antara Kurikulum 2013 dengan KTSP?
Guru                     : Jelas beda. Sebenarnya sama namun ada yang sedikit berbeda dengan tahun kemarin. Contohnya Kurikulum KTSP keluar di semester II namun di Kurikulum 2013 ini keluar di semester I. Ya hanya itu perbedaannya.
8.      Mahasiswa           : Lalu bagaimana dengan masalah evaluasi Pak, apakah ada perbedaan antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum KTSP kemarin?
Guru                     : Penilaiannya berbeda. Ada penilaian sikap yang dinilai oleh guru juga dari teman-temannya atau siswa. Jadi siswa kelas VII menilai siswa kelas VII lainnya.
9.      Mahasiswa           : Kira-kira apakah Bapak mempunyai kendala untuk menerapkan Kurikulum 2013?
Guru                     : Ya ada, yaitu kendala ketika harus mengisi jurnal untuk penilaian sikap yang mengurangi jam pelajaran sehingga mengurangi jam kegiatan belajar-mengajar. Itu butuh waktu lama untuk mengisi angket dalam penilaian sikap tersebut.
10.  Mahasiswa           : Selain itu kendala apalagi yang Bapak hadapi?
Guru                     : Kendalanya selain jurnal yaitu pegangan guru yang belum ada. Sebenarnya materinya sama hanya urutan silabusnya yang berubah. Itu sebenarya ada bantuan buku dari pemerintah tapi karena SMPI AL-ASY’ARIYYAH kami ini mandiri, maksudnya bukan sekolah yang ditunjuk jadi disini tidak dapat jatah istilahnya.
11.  Mahasiswa           : Apakah masih tetap ada penjelasan materi dari guru Pak, sehingga tidak sepenuhnya materi itu hasil dari diskusi siswa?
Guru                     : Iya masih ada.
12.  Mahasiswa           : Apakah kompetensi inti dan kompetensi dasar sangat berpedoman dengan Kurikulum 2013 Pak?
Guru                     : Iya. Untuk kompetensi inti dan kompetensi dasar sudah ditentukan dari pemerintah karena sudah ada silabusnya. Yang buat sendiri itu RPP.
13.  Mahasiswa           : Apakah RPP juga sangat mangacu pada Kurikulum 2013?
Guru                     : Ya benar. Jadi di setiap RPP selalu muncul yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kalau dulu tidak.
14.  Mahasiswa           : Jadi Kurikulum 2013 ini nilai agama sangat dimasukkan Pak?
Guru                     : Iya.
15.  Mahasiswa           : Untuk Kurikulum 2013 ini kan sudah Bapak terapkan di kelas VII. Jadi kira-kira kapan bapak juga akan menerapkan Kurikulum baru ini di kelas VIII dan IX.
Guru                     : Kurikulum 2013 hanya saya pakai untuk angkatan baru saja. Tapi untuk kelas VIII dan IX masih menggunakan KTSP, kemungkinan tahun yang akan datang Kurikulum 2013 ini akan diterapkan di semua kelas, baik itu VII,VIII, dan IX.
16.  Mahasiswa           : Menurut Bapak, apakah mungkin nantinya akan menghasilkan lulusan yang berbeda pula?
Guru                     : Iya mungkin tidak. Paling hanya rapotnya saja yang berbeda.
17.  Mahasiswa           : Jadi, apakah Bapak setuju dengan ditetapkan nya Kurikulum 2013 sekarang ini?
Guru                     : Kurikulum2013 ini sangat bagus, tetapi butuh waktu yang tidak sedikit untuk membimbing tenaga pendidiknya, selanjutnya baru kita kenalkan kepada siswa, karena Kurikulum 2013 ini menuntut siswa nya aktif dan guru nya kreatif.




DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa, E. 2013. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung: Rosdakarya.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar