PROMBLEM-PROMBLEM DALAM
PEMBELAJARAN IPS KURIKULUM 2013 DI SMPI AL-ASY’ARIYYAH
A.
Analisis
Permasalahan
Sistem kurikulum di Indonesia sudah berulang kali
mengalami perubahan di awali dari kurikulum pertama kali di Indonesia yaitu
lahirnya kurikulum 1974, kurikulum 1978 dan kemudian lahir kurikulum 984,
kemudian mencul KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) pada tahun 1994 yang
selanjutnya berubah menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) pada
tahun 2006, dan sekarang ini telah lahir kurikulum baru yaitu kurikulum 2013.
Pergantian kurikulum sebenarnya merupakan proses
perbaikan dari kurikulum sebelumnya, sehingga kurikulum di Indonesia
berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman. Jika kurikulum zaman dahulu berbeda
dengan tuntutan pendidikan zaman sekarang ini, apalagi saat ini persaingan
semakin ketat. Pembaharuan kurikulum diharapkan mampu menciptakan sumber daya
manusia yang lebih berkualitas. Saat ini dalam dunia pendidikan sedang
memperkenalkan kurikulum terbarunya yaitu kurikulum 2013 kepada peserta
didiknya. Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang bagaimana pelaksanaan
kurikulum terbaru ini, kami melaksanakan observasi di SMPI AL-ASY’ARIYYAH
Pontianak Utara.
Sebagian sekolah memang sudah mulai menerapkan
kurikulum 2013 yang merupakan kurikulum terbaru penyempurnaan dari KTSP.
Demikian pula di SMPI AL-ASY’ARIYYAH Pontianak Utara, mulai menerapkan
kurikulum ini, namun kurikulum 2013 baru diterapkan di kelas VII. Sementara
kelas VIII dan IX masih menggunakan kurikulum KTSP. Hal ini dikarenakan adanya berbagai
kendala yang dihadapi guru jika harus melaksanakan kurikulum terbaru pada tahun
ajaran ini. Maka dari itu penerapan kurikulum 2013 baru diterapkan pada kelas
VII.
B. Teori (metode pembelajaran)
Metode pembelajaran kurikulum 2013 pada dasarnya
menuntut siswa untuk lebih aktif. Hal ini terapkan di SMPI AL-AYS’ARIYYAH
Pontianak Utara dengan cara, guru memberikan tugas kepada siswa melalui
referensi internet. Dalam media tersebut siswa bisa mencari pengetahuan yang
seluas-luasnya, misalnyaa diberikan tugas untuk mencari berita yang sedang
hangat di bicarakan di Indonesia kemudian siswa menganalisa keterkaitan
peristiwa tersebut dengan materi pembelajaran di sekolah.
Dalam proses belajar mengajar, metode pembelajaran
sangat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sarana berfungi
memudahkan terjadinya proses pembelajaran. Sementara itu, sumber belajar adalah
segala sesuatu yang dapat dijadikan sumber dalam proses belajar mengajar.
Sumber belajar yang utama bagi guru adalah sarana cetak, seperti buku, brosur,
majalah, poster, peta, foto, dan lingkungan sekitar, baik alam, sistem ataupun
budaya.
Adapun metode pembelajaran IPS yang digunakan di
SMPI AL-ASY’ARIYYAH Pontianank Utara, menggunakan pembelajaran metode
saintifik. Metode saintifik sangat relevan dengan tiga teori belajar yaitu
teori Bruner, teori Piaget, teori Vygotsky.
a. Teori
belajar Bruner
Teori
belajar Bruner disebut juga teori belajar penemuan. Ada empat hal pokok
berkaitan dengan teori belajar Bruner (dalam Carin&Sund, 1975). Pertama, individu
hanya belajar dan mengembangkan pikirannya apabila ia menggunakan pikirannya.
Kedua, dengan melakukan proses-proses kognitif dalam proses penemuan. Ketiga,
satu-satunya cara agar seseorang dapat mempelajari teknik-teknik dalam
melakukan penemuan adalah ia memiliki kesempatan untuk melakukan penemuan.
Keempat, dengan melakukan penemuan maka akan memperkuat ingatan. Empat hal
tersebut sesuai dengan proses kognitif yang diperlukan dalam pembelajaran
menggunakan metode santifik.
b. Teori
belajar Piaget
Berdasarkan
teori piaget, belajar berkaitan dengan pembentukan dan perkembangan skema.
Skema adalah suatu struktur mental atau stuktur kognitif yang dengannya
seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengkoordinasi lingkungan
sekitarnya (Baldwin, 19670). Proses terbentuknya adaptasi ini dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu asimilasi dan akomodasi.
Asimilasi
merupakan proses kognitif yang dengannya seseorang mengintegrasikan stimulus
yang dapat berupa persepsi, konsep, hukum, prinsip ataupun pengalaman baru ke
dalam skema yang sudah ada didalam pikirannya.
Akomodasi
dapat berupa pembentukan skema baru yang cocok dengan ciri-ciri rangsangan yang
ada atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan ciri-ciri
stimulus yang ada. Dalam pembelajaran diperlukan adanya peyeimbangan antara
asimilsi dan akomodasi. Bila pada seseorang akomodasi lebih dominan
dibandingkan asimilasi, maka ia akan memiliki skemata yang banyak tetapi
kualitasnya cendrung rendah. Sebaliknya, bila asmilasi lebih dominan dibandingkan
akomodasi maka seseorang akan memiliki skemata yang tidak banyak tapi cenderung
memiliki kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, teori belajar Piaget sangat
relevan dengan metode saintifik.
c. Teori
belajar Vygotsky
Vygotsky
menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik belajar menangani
tugas-tugas yang belum dipahami, namun tugas-tugas itu masih berada dalam
jangkauan kemampuan, daerah terletak antara tingkat perkembangan anak saat ini
yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang
dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. (Nur dab Wikandari, 2000:4).
-
Tujuan pembelajaran dengan metode
santifik ialah:
a) Untuk
meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berfikir tingkat tinggi
siswa.
b) Untuk
membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
c) Terciptanya
kondisi pembelajaran yang menyebabkan siswa merasa bahwa belajar itu merupakan
suatu kebutuhan.
d) Diperolehnya
hasil belajar yang tinggi.
e) Untuk
melatih siswa dalam mengkomunikasikan ide-ide.
f) Untuk
mengembangkan karakter siswa.
-
Prinsip-prinsip pembelajaran dengan
metode santifik ialah:
a) Pembelajaran
berpusat kepada siswa.
b) Pembelajaran
memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep dan
prinsip.
c) Pembelajaran
mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berfikir siswa.
d) Pembelajaran
meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru.
e) Memberikan
kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi.
-
Langkah-langkah pembelajaran dengan metode
santifik:
a) Melakukan
pengamatan atas suatu fenomena.
b) Mengajukan
pertanyaan berkaiatan dengan fenomena yang diamati.
c) Menalar
untuk merumuskan hipotesis atau jawaban sementara.
d) Merancang
cara dan langkah untuk mengumpulkan data atau informasi.
e) Mengumpulkan
data atau informasi dengan berbagai teknik.
f) Menganalisis
data atau informasi.
g) Menarik
kesimpulan.
h) Mengkomunikasikan
hasil yang telah diperoleh.
i)
Memvalidasi kesimpulan yang telah
ditarik, jika kesimpulan belum benar.
-
Teknik penilaian dalam pembelajaran metode
saintifik:
a) Penilaian
proses atau keterampilan.
b) Penilaian
produk berupa pemahaman konsep dan prinsip yang dilakukan dengan tes tertulis.
c) Penilaian
sikap.
Kegiatan pembelajaran berdasarkan metode
saintifik meliputi tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan
inti, dan kegiatan penutup.
1. Kegiatan
pendahuluan
1) Mengucapkan
salam
2) Guru
mengingkatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah dipelajari oleh siswa
yang berhubungan dengan materi baru yang akan dipelajari. Dalam mata pelajaran
IPS, misalnya menggunakan apersepsi tentang bencana banjir yang kerap terjadi.
Dimana, kapan, dan mengapa bisa terjadi, siapa yang sering menjadi korban, apa
yang dilakukan masyarakat ketika terjadi banjir.
3) Menyampaikan
tujuam pembelajaran.
2. Kegiatan
inti
1) Mengamati
Dalam mata pelajaran
IPS fenomena yang diamati adalah gambar-gambar tentang hutan yang gundul, orang
membuang sampah sembarangan, sungai meluap, atau video seputar bencana banjir
di suatu tempat.
2) Menanya
Dalam mata pelajaran
IPS adalah “apakah sebab dan akibat banjir bisa terjadi diruang dan waktu yang
sama atau berbeda?”
3) Menalar
untuk mengajukan hipotesis
Dalam mata pelajaran
IPS adalah banjir (akibat) dan penggundulan hutan (sebab) bisa terjadi ditempat
yang sama dan bisa terjadi ditempat yang berbeda.
4) Mengumpulkan
data atau informasi
Dalam mata pelajaran
IPS, siswa mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan pembelajaran.
5) Menganalisis
data
Analisis data dalam
IPS, misalnya siswa diajak untuk membaca buku 2-6 halaman tentang konsep,
ruang, waktu, konektivitas, dan interaksi sosial. Konsep-konsep ini dihubungkan
dengan informasi atau data awal, pertanyaan, serta, data yang terkumpul.
6) Menarik
kesimpulan
Kesimpulan yang ditarik
dalam IPS, misalnya hujan di Mempawah menyebabkan banjir di Pontianak menunjukkan
adanya keterkaitan antar ruang dan waktu.
7) Mengkomunikasikan
Pada langkah ini, siswa
dapat menyampaikan hasil kerjanya secara lisan ataupun tertulis, misalnya
melalui presentasi kelompok, diskusi, dan Tanya jawab.
3. Kegiatan
penutup
1) Dalam
mata pelajaran IPS, misalnya siswa diminta untuk menjelaskan contoh keterkaitan
antar ruang dan waktu, misalnya hubungan antar desa dan kota.
2) Dalam
mata pelajaran IPS, guru dapat meminta siswa untuk meningkatkan pemahamannya
tentang konsep, prinsip atau teori yang telah dipelajari dari buku-buku
pelajaran atau sumber informasi lainnya.
3) Dalam
mata pelajaran IPS, guru dapat memberikan beberapa situs internet yang
berkaitan dengan konsep, prinsip, atau teori yang telah dipelajari, kemudian
guru meminta siswa untuk mengakses situs-situs tersebut.
C. Solusi
Solusi dari kami adalah dengan perubahan kurikulum
sekarang ini, yaitu menuju pendidikan yang lebih berkualitas hendaknya
diperlukan sikap tanggap dari seorang guru dalam menghadapi kirikulum ini.
Alokasi waktu dalam kegiatan belajar mengajar juga ditangani secara bijak
sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
Serta harus diimbangi dengan peningkatan kualitas teknologi yang diperlukan
dalam menunjang kegiatan belajar mengajar sesuai gagasan kurikulum 2013 yang
berbasis teknologi. Dan juga diperlukannya sikap sigap dari pemerintah dalam
menyediakan buku referensi untuk siswa maupun guru sebagai pengajar.
D. Transkrip Wawancara
Narasumber :
Sukron, S.Pd
Nama
Sekolah :
Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Asy’ariyyah
Alamat
Sekolah : Jalan Parwasal,
Pontianak Utara
Status
Sekolah : Swasta
1. Mahasiswa : Maaf Pak, apakah benar Bapak disekolah
ini mengajar sebagai guru IPS?
Guru : Iya, benar.
2. Mahasiswa : Sudah berapa lama Bapak mengajar sebagai
guru IPS disekolah ini?
Guru : Kira-kira kurang lebih 6 tahun.
3. Mahasiswa : Apakah Bapak sudah menerapkan
Kurikulum 2013 dalam mengajar siswa?
Guru : Untuk sementara kelas VII sudah menerapkan Kurikulum 2013
tapi untuk kelas VIII dan IX sementara masih menerapkan Kurikulum KTSP.
4. Mahasiswa : Kira-kira menurut Bapak, apa perbedaan
dari Kurikulum yang baru ini dengan Kurikulum sebelumnya?
Guru :
Perbedaannya mungkin karena di Kurikulum 2013 bukunya sudah ada untuk kelas
VII. Bukunya ini dari pemerintah pusat jadi materinya dari buku ini juga berbeda
sekali dengan materi tahun lalu.
5. Mahasiswa :
Apakah Bapak punya RPP dan silabus untuk Kurikulum 2013?
Guru :
Untuk silabus Kurikulum 2013 Bapak sudah punya, namun untuk RPP Kurikulum 2013
memang belum dapat dari pemerintah.
6. Mahasiswa : Apakah menurut Bapak, ada perbedaan
yang mendasar pada Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 untuk bidang metode,
materi, dan evaluasi?
Guru : Metodenya untuk Kurikulum 2013 itu lebih
ditekankan pada praktis dibanding teoris, maksudnya siswa lebih dituntut aktif
jadi banyak diskusi didalamnya.
7. Mahasiswa : Bagaimana dengan hal materi Pak,
antara Kurikulum 2013 dengan KTSP?
Guru :
Jelas beda. Sebenarnya sama namun ada yang sedikit berbeda dengan tahun
kemarin. Contohnya Kurikulum KTSP keluar di semester II namun di Kurikulum 2013
ini keluar di semester I. Ya hanya itu perbedaannya.
8. Mahasiswa : Lalu bagaimana dengan masalah evaluasi
Pak, apakah ada perbedaan antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum KTSP kemarin?
Guru :
Penilaiannya berbeda. Ada penilaian sikap yang dinilai oleh guru juga dari
teman-temannya atau siswa. Jadi siswa kelas VII menilai siswa kelas VII
lainnya.
9. Mahasiswa : Kira-kira apakah Bapak mempunyai
kendala untuk menerapkan Kurikulum 2013?
Guru :
Ya ada, yaitu kendala ketika harus mengisi jurnal untuk penilaian sikap yang
mengurangi jam pelajaran sehingga mengurangi jam kegiatan belajar-mengajar. Itu
butuh waktu lama untuk mengisi angket dalam penilaian sikap tersebut.
10. Mahasiswa : Selain itu kendala apalagi yang Bapak
hadapi?
Guru :
Kendalanya selain jurnal yaitu pegangan guru yang belum ada. Sebenarnya
materinya sama hanya urutan silabusnya yang berubah. Itu sebenarya ada bantuan
buku dari pemerintah tapi karena SMPI AL-ASY’ARIYYAH kami ini mandiri, maksudnya
bukan sekolah yang ditunjuk jadi disini tidak dapat jatah istilahnya.
11. Mahasiswa : Apakah masih tetap ada penjelasan
materi dari guru Pak, sehingga tidak sepenuhnya materi itu hasil dari diskusi
siswa?
Guru :
Iya masih ada.
12. Mahasiswa : Apakah kompetensi inti dan kompetensi
dasar sangat berpedoman dengan Kurikulum 2013 Pak?
Guru :
Iya. Untuk kompetensi inti dan kompetensi dasar sudah ditentukan dari
pemerintah karena sudah ada silabusnya. Yang buat sendiri itu RPP.
13. Mahasiswa : Apakah RPP juga sangat mangacu pada
Kurikulum 2013?
Guru :
Ya benar. Jadi di setiap RPP selalu muncul yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Kalau dulu tidak.
14. Mahasiswa : Jadi Kurikulum 2013 ini nilai agama
sangat dimasukkan Pak?
Guru :
Iya.
15. Mahasiswa : Untuk Kurikulum 2013 ini kan sudah Bapak
terapkan di kelas VII. Jadi kira-kira kapan bapak juga akan menerapkan Kurikulum
baru ini di kelas VIII dan IX.
Guru :
Kurikulum 2013 hanya saya pakai untuk angkatan baru saja. Tapi untuk kelas VIII
dan IX masih menggunakan KTSP, kemungkinan tahun yang akan datang Kurikulum
2013 ini akan diterapkan di semua kelas, baik itu VII,VIII, dan IX.
16. Mahasiswa : Menurut Bapak, apakah mungkin nantinya
akan menghasilkan lulusan yang berbeda pula?
Guru :
Iya mungkin tidak. Paling hanya rapotnya saja yang berbeda.
17. Mahasiswa : Jadi, apakah Bapak setuju dengan
ditetapkan nya Kurikulum 2013 sekarang ini?
Guru :
Kurikulum2013 ini sangat bagus, tetapi butuh waktu yang tidak sedikit untuk
membimbing tenaga pendidiknya, selanjutnya baru kita kenalkan kepada siswa,
karena Kurikulum 2013 ini menuntut siswa nya aktif dan guru nya kreatif.
DAFTAR
PUSTAKA
Mulyasa,
E. 2013. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi.
Bandung: Rosdakarya.
Sukmadinata,
Nana Syaodih. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.